Posts

Analisis Novel Rojak Karya Fira Basuki Menggunakan Pendekatan Multikurturalisme Sastra

Novel Rojak karya Fira Basuki ini bercerita tentang bagaimana kehidupan Janice, seorang peranakan atau keturunan campuran Cina yang lahir di tanah Melayu, menikah dengan Setyo Putro Hadiningrat seorang keturunan bagsawan Jawa. Janice yang biasa disapa Jan merasa hidupnya menjadi amat memusingkan karena urusan kehidupan rumah tangganya dicampuri oleh ibu mertuanya yang selalu memandang Jan salah dan seakan menganggap rendah budaya asal Jan. Berikut kutipan-kutipan yang menunjukan berbagai budaya yang dituangkan di dalam novel ini yang tak jarang menjadi sebab-sebab konflik. Jan merupakan perempuan keturunan Cina dan Melayu, “Kata Ma, neneknya dari ibu orang Melayu, kakeknya orang Cina, jadi ia berdarah peranakan. Sehari-hari Ma berbahasa Melayu, Singlish (Singapore English), serta dialek utamanya, Hokkien dan sedikit mandarin.”,  “Peranakan maksudnya adalah keturunan campuran Cina dan penduduk asal dan kemudian lahir di tanah Melayu.”, “Kamu adalah new blood peranakan. Has...

Analisis Cerpen Kereta Api Internasional Menggunakan Pendekatan Multikulturalisme Sastra

Cerpen Kereta Api Internasional karya Sitor Situmorang ini bercerita tentang pertemuan delapan orang dengan berbagai macam kebangsaan di dalam sebuah kereta api. Tokoh Aku pada cerpen ini merupakan orang asli Indonesia. Tokoh Aku duduk bersama tujuh orang di dalam sebuah kupe. Satu orang permpuan – yang disapa nyonya – berkebangsaan Vlaam, satu gadis berkebangsaan Belanda, satu gadis lainnya berkebangsaan Jerman, dan dua orang laki-laki pelaut berkebangsaan Yunani. Untuk mengisi keheningan di dalam kupe, nyonya di hadapan tokoh Aku meminta pemuda asal Yunani untuk melanjutkan permainan gitarnya. Tak lama pelaut Yunani yang lebih tua memerhatikan tokoh Aku dan bertanya apakah tokoh Aku orang India. Dari sanalah dimulainya perbincangan panjang mereka. Beberapa orang dari negara yang berbeda berkumpul dan melakukan dialog, sebenarnya sudah dapat disebut sebagai persentuhan kultur. Mereka saling beradaptasi dan mengimbangi satu sama lain. Dengan bahasa Inggris sebagai lingua franca ada...

Analisis Film Nagabonar Jadi 2 Menggunakan Pendekatan Multikultur

Film Nagabonar Jadi 2 yang diperankan oleh Deddy Mizwar dan Tora Sudiro ini menceritakan tentang kehidupan seorang ayah dan anak yang menetap di tempat yang berbeda sehingga banyak perbedaan pemikiran, sikap, dan budaya di antara mereka yang mengakibatkan banyaknya perselisihan. Pemikiran, sikap,  budaya, hingga kebiasaan anak dan ayah ini berbeda karena faktor lingkungan. Film ini pada awalnya menceritakan seorang ayah bernama Nagabonar yang tinggal di suatu daerah di Sumatera Utara diajak ke Jakarta oleh anaknya yang bernama Bonaga. Bonaga bersikap dan berpemikiran layaknya masyarakat yang tinggal di perkotaan. Sedangkan Nagabonar berwatak keras seperti orang Sumatera pada umumnya dan memiliki pemikiran-pemikiran yang kolot dan berlawanan dengan orang perkotaan masa kini. Berikut akan dipaparkan perbandingan pemikiran, sikap, dan budaya Nagabonar sebagai orang daerah, khususnya daerah Sumatera Utara dengan Bonaga sebagai keturunan orang Sumatera Utara yang menetap dan tumbuh be...

Ulasan Novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck Karya Buya Hamka

Karamnya Pengharapan Zainuddin Masya Allah . Berulang kali kalimat itu saya ucapkan di awal membaca novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck . Bukan lantaran telah hanyut dalam kesedihan Zainuddin, tetapi karena pusing, tidak mengerti istilah-istilah, sebutan-sebutan dalam keluarga, juga pribahasa Minangkabau. Saya juga mengalami kesulitan dalam mengimajinasikan latar tempat, khusunya latar Rumah Gadang. Bagian-bagian Rumah Gadang banyak dijelaskan tetapi saya tidak mengerti. Kalau saja sebelumnya saya tidak menonton film dari novel ini, mungkin saya akan lebih pusing lagi daripada ini. Karena sudah menonton, saya sedikit terbantu, dapat menerka-nerka kalimat-kalimat sulit dalam novel ini. Kesulitan memahami isi novel hanya saya alami di bab pertama saja, dan mulai terbawa dalam cerita di bab-bab selanjutnya.             Memang benar yang dikatakan orang, film yang diadaptasi dari sebuah novel diibaratkan sebagai waduk, sedan...

Ulasan Cerpen Robohnya Surau Kami Karya A. A. Navis

Bukan Bualan Biasa Cerpen karya A.A Navis yang berjudul Robohnya Surau Kami , menurut saya adalah sebuah kritik sosial. A.A Navis menggambarkan tokoh seorang kakek penjaga surau sebagai orang yang taat beribadah dan selalu mengingat akhirat. Ia hampir-hampir tak pernah marah, untuk menjaga iman, perbutan baik dan ibadahnya agar tak rusak. Di kehidupan sehari-hari memang masih ada orang-orang yang memiliki sifat atau karakter yang sama seperti Kakek.             Kakek selalu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah, berbuat baik kepada sesama tanpa mengharapkan imbalan, hingga jarang ia memikirkan kenikmatan duniawi untuk dirinya sendiri. Ia ingin tetap fokus mengabdikan dirinya kepada Allah. Memiliki rumah, anak dan istri, tak pernah ia inginkan sebab ia selalu memikirkan perkara akhirat. Mungkin Kakek merasa, itulah yang tepat dilakukan seorang hamba  dalam mengharapkan keridaan Allah.    ...

Ulasan Novel Saman Karya Ayu Utami

Saman, Bukan Roman Picisan Novel Saman karya Ayu Utami yang berisi 200 halaman dengan sudut pandang yang berubah-ubah membuat saya sedikit bingung di awal-awal bab, namun lama kelamaan saya dapat mengerti dan menikmati. Ayu menggambarkan suasana pertambangan minyak di tengah laut dengan banyak menyebutkan istilah-istilah dan nama benda yang pada awalnya tidak saya ketahui, karena ketidaktahuan itu membuat saya sedikit kesulitan berimajinasi. Demi menebus kepenasaranan saya, saya mencari tahu kata-kata yang tidak saya ketahui itu di Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Google. Penantian Laila atas kedatangan Sihar pada awal cerita membuat saya menebak bahwa pemeran utama novel ini adalah mereka berdua. Sihar merupakan laki-laki beristri yang mampu menarik perhatian Laila sejak pertemuan  pertama mereka di rig. Ketidakpedulian Sihar atas kedatangan Laila membuat Laila penasaran dan seakan langsung terpikat pada lelaki yang tegas dalam mengambil setiap keputusannya itu. Satu bab ...

Resensi Novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan Karya Pramoedya Ananta Toer

Resensi Novel  Sekali Peristiwa di Banten Selatan  Karya Pramoedya Ananta Toer Postingan pertama saya ini adalah sebuah resensi dari novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan, yang pada awalnya saya buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Prosa Fiksi.  Sebagai pembuka, saya ingin sedikit bercerita tentang bagaimana akhirnya tulisan ini dapat saya mulai. Dengan keterbatasan uang saku mahasiswa, saya merelakan tiga lembar uang sepuluh ribuan ditukar dengan sebuah novel bajakan yang dijual di daerah Pakupatan, Serang. Saya berhasil membawa pulang novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer setelah berjuang, bernegoisasi dengan si Ibu penjual yang amat jutek , mempertahankan keinginannya untuk menjual novel tersebut dengan harga empat puluh lima ribu rupiah. Apalah daya saya mahasiswa pas-pasan , untuk memenuhi tugas mata kuliah apresiasi karya sastra saja, saya malah membeli novel versi bajakan yang sama saja dengan tidak mengapresiasi penulisnya...